Skip to main content

Posts

Featured

Jalan Lain

Tulisan ini dibuat pukul dua hari.  Terbangun hingga jam segini adalah hal yang cukup normal untukku akhir-akhir ini. Jadi, jangan anggap aku sedang berada dalam kesedihan yang berlarut. Tapi, tidak salah jika banyak orang yang mengganggap seperti itu, besok aku akan pergi ke kota lain. Meninggalkan rumah dan teman-teman. Meninggalkan nyaman dan aman pada suatu hal yang kusebut pengorbanan.  Sedih rasanya, sampai aku tak dapat menguraikannya menjadi kata-kata. Untuk ukuranku yang 18 tahun hidup dengan orangtua, pilihan ini terdengar sangat berat dan i dont even know is it will be that worthy or not. Dalam setiap pengorbanan, aku mau semuanya seimbang ataupun ada 'laba' didalamnya. Namun, tak mungkin semua ini semudah itu terjadi. Pastinya, harus banyak rasa sedih lagi yang harus kulewati jika mengingginkan ini itu.  Sebagai anak delapan belas tahun, tak banyak pengalaman yang bisa kubagikan. Jika betulpun mungkin akan terdengar seperti buku harian, tulisa...

Latest Posts

Hidup Dalam Stigma Aman

Anti Sosial

Blue Jeans

Double Shirts

Journal (1)

Java Black Turban

The Healthy Grey

The Unplanned