Anti Sosial


Sejak terkahir pos di tahun 2015 (yang sudah saya unpublish) saya jarang sekali bermain, atau sempat memikirkan untuk kembali kesini. Pada waktu itu saya lebih suka post foto ootd, ide bermain blog tercetus dari kegabutan liburan semester, tapi lama lama ide dan semangat itu tenggelam diantara tugas-tugas sekolah. Di awal tahun 2017 ini keinginan kembali bermain blog terbersit lagi, walaupun saya juga tidak tau sampai kapan keinginan ini akan terus bertahan. Tapi untuk sekarang, senang sekali rasanya bisa kembali. 


Memutuskan untuk membuat blog ini dua tahun yang lalu, sebenarnya bukan keputusan yang berat atau susah, saya sangat menyukai perihal foto-memfoto-difoto, jadi segala hal yang saya pos dilakukan dengan setulus hati. Menjadikan blog ini sebagai media ekspresi (baca: membuka diri terhadap dunia luar) merupakan tujuan lain blog ini dibuat.


Saya adalah tipikal orang yang sangat susah untuk terbuka dengan orang lain, membuat blog terlihat seperti kemajuan yang sangat baik untuk diri saya. Membiarkan banyak ide dan opini saya dibaca banyak orang, malah banyak sekali saya yang justru 'meminta' mereka mebaca. Diantara teman-teman saya ada yang memberikan feedback positif ataupun negatif. Orang yang banyak menutup diri sebenarnya sangat menghindari kritik karena mereka ingin dilihat orang lain dari sisi terbaik dalam diri mereka. Dari sikap itu saya menyadari jika saya seakan akan hanya berjalan menggunakan satu mata dan menutup yang lain. Dari 'kritik' itulah saya sadar harus melihat dengan dua mata atau tiga empat mata lainnya agar bisa melihat sesuatu lebih dalam lagi.


Membatasi diri dengan pagar yang terlalu tinggi merupakan hal yang kurang baik. Ada saat-saat dimana satu sisi dalam diri saya kurang bisa dimengerti oleh orang lain, alih-alih memberikan penjelasan yang mencerahkan, saya justru semakin susah memberikan mereka pengertian. Karena jurang yang terlau lebar antara diri saya dan orang lain, justru membuat saya memilih untuk menarik diri saya semakin jauh ke dalam, karena menurut saya orang lain tidak bisa memahami, padahal semuanya berawal dari diri saya sendiri. 


Ini terlihat seperti hal yang biasa saja, memang biasa saja dan tidak memberikan efek personality disorder  yang jauh karena ada diri saya yang periang, cengegesan, dan hyper  yang mengimbanginya(hehehe). Namun saya rasa, memberikan sedikit ruang dalam diri saya untuk orang lain adalah suatu hal yang baik. Maka dari itu, blog ini saya harapkan dapat menjadi detox untuk my ansos side of life :D (hehehe lagi). Sekian deh, dah cukup ini buat jadi pembuka. See you!

Comments