Hidup Dalam Stigma Aman

Menemui 'pertigaan' dalam kehidupan untuk memilih belok kanan atau kiri adalah masa yang cukup sulit. Aku selalu ingin memilih pilihan yang tepat menurut diriku sendiri. Namun, aku juga ingin pilihanku ini diakui oleh orang disekitarku. Teori kenapa kiri lebih baik dari kanan dan sebaliknya selalu saja datang bergantian setiap kita akan menetapkan pilihan. Entah komentar itu datang dari kesadaran diri, orang sekitar, atau internet (yah millenials) hahaha.


Acuh terhadap pendapat mereka menurut saya tidak bisa sepenuhnya dibenarkan. Hal itu wajar, bermasyarakat adalah berhubungan timbal balik. Kita mendengar dan berbicara, mengasihani dan dikasihani, menyemangati dan disemangati. Namun terkadang, aku menyadari jika mereka hanya seakan peduli, asal berkomentar, cenderung mengkritik tanpa solusi, menyalahkan tanpa melihat lebih dalam. Mereka menganggap diri mereka benar terhadap orang lain, seperti klaim kebenaranku terhadap pendapat diriku sendiri. 


Dari semua tanggapan itu, tak sedikit dari 'aku' yang sangat memperhatikan dan memperhitungkan dalam pilihannya, sampai meragukan dirinya sendiri. Mereka membiarkan orang lain menjadi dirinya sampai dia kehilangan dirinya di sepanjang jalan. Dari semua tanggapan itu ada yang sangat acuh, hingga perbedaan itu menciptakan sekat antara dirinya dan lingkungan. Keberanian itu membuatnya mampu membuat 'ruang' untuk dirinya, hingga dia lupa bahwa kau tak menciptakan dinding, atap, atau keramik ruanganmu itu seorang diri. 


Hidup dalam stigma aman masyarakat kadang tidak membuatmu bisa bersosialisa baik dengan keinginan dari drimu sendiri. Aku tidak bisa membayangkan aku harus tersesat di daerah yang tidak aku kenali, mengenakan baju yang tidak nyaman untukku, menari pada lagu yang tak kumengerti, membiarkan kakiku mengenakan alas kaki yang kekecilan. Aku seperti tersesat di jalan yang amat terang. YOLO, you only life once.  You have to life for all of your weird dreams, imposibble wishes, and crazy desire and stop looking for that creepy recognition. 


Amanat dari tulisan ini memang sangat umum kan ? hehehe (2). Tapi sekali lagi, ini hanya opini saya saja. Mau kau bawa kemana pilihanmu ? tentunya kau punya seratus persen kendali terhadap hal tersebut. Ada beberapa orang yang harus tersesat jauh sampai ia menemukan 'rumah' yang tepat. Ada beberapa orang yang sulit mengenali dirinya sebaik orang lain. Ada beraneka ragam 'orang' yang tidak bisa seenaknya saya kelompokkan menjadi kiri atau kanan saja. Semua itu bebas, BEBAS kamu pilih asalkan kamu bertanggung jawab terhadap dirimu, tidak menyesali pilihanmu dan selalu bersyukur. 



xx. 



Comments